
Gamang tiada akhir, selalu berkutat pada egocentris dan konsistensi yang dibuat-buat….
Pada titik akhirnya, akupun dibuat malu, karena darahku tidak henti menjelma menjadi malaikat kecil, yang kadang tersenyum dan kadang pula sinis..
Kucium darahku, untuk tetap memeluk-Mu ya Rabb….